Berkunjung ke Bontomangape’, Muammar Muhayang Dengarkan Curhatan Ibu-Ibu

PANGKEPRAMAH.COM – Senin, 28 September 2020, calon wakil bupati dari pasangan RAMAH, Muammar Muhayang, berkunjung ke daerah Bontomangape’, Kecamatan Pangkajene. Salah satu tujuannya adalah rumah tokoh masyarakat setempat.

Di sana, pria 44 tahun ini disambut dengan gembira oleh masyarakat, utamanya kaum ibu-ibu. Dan tak butuh waktu lama, Muammar Muhayang langsung “ditodong” curhatan oleh Ibu Sugira.

Wanita yang akrab dipanggil Ummi ini curhat mengenai akses air bersih. Pasalnya, setiap musim kemarau, pipa PDAM yang melalui daerahnya hanya mengeluarkan angin, namun ia tetap harus dibebani tagihan tiap bulannya. Tak sampai di situ, Ummi juga curhat mengenai susahnya akses terhadap lapangan kerja, ditambah dengan pandemi covid-19 yang semakin menutup akses tersebut.

“Susah sekali air di sini kodong, bertahun-tahun meki begini terus, setiap musim kemarau pasti beli teruski air. Adaji itu PDAM, tapi angin ji yang keluar. Baru tetap jeki membayar tiap bulan,” keluh Ibu Sugira.

Dengan wajah berbinar, Muammar Muhayang merespon curhatan tersebut.

“Sejak beberapa hari saya bertemu dengan warga, keluhan Ummi mengenai ketersediaan air bersih ini memang yang paling umum.” buka Muammar Muhayang.

“Maka dari itu, jika kami diberi amanah untuk memimpin Kabupaten Pangkep, maka kami akan merevitalisasi dam-dam yang selama ini sudah dimiliki sehingga daya tampung airnya bisa lebih maksimal. Dengan demikian, pasokan air bersih ke rumah-rumah warga bisa tetap terjaga 24 jam,” tambah ketua BMI Pangkep ini.

Sementara untuk ketersediaan lapangan kerja, utamanya di tengah pandemi covid-19 ini, Muammar Muhayang dengan yakin bisa menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi Ia dan Rahman Assagaf sudah menyiapkan program RACITA, yaitu Ramah cipta kerja dan usaha.

“Jadi Ummi, RAMAH itu punya program yang namanya 9 OK 12 PAS. Nah, di situ ada salah satu program yang bernama RACITA. Apa itu RACITA Ummi? RACITA itu Ramah cipta kerja dan usaha. Jaid lewat program ini, nanti saya bersama Bapak Rahman akan melakukan perluasan lapangan kerja di Pangkep. Kami akan menciptakan ribuan wirausaha muda di Pangkep setiap tahunnya. Jadi anak-anak ta’ semua yang kesulitan daftar jadi PNS atau di perkantoran, bisa tetap punya pekerjaan dengan membuka usaha-usaha sendiri. Dan semuanya itu akan kita bimbing hingga mereka bisa berhasil,” tutup Muammar Muhayang.

Usai meninggalkan Bontomangape’, Muammar Muhayang menyempatkan diri menuju ke Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, untuk menghadiri pernikahan dari keluarga Bapak Amri.

Di sana, ia mengambil waktu untuk sholat bersama timnya dan melepaskan penat sambil berbincang-bincang ringan dengan keluarga mempelai. (*idu)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *