Debat Ke 2, Rahman Assagaf-Muammar Muhayang Mendominasi dan Menghibur

MAKASSAR – KPU Kabupaten Pangkep melaksanakan debat publik ke 2 Pilkada 2020 yang diselenggarakan di Sandeq C Ballroom Hotel Claro (15/11/2020).

Debat publik ke 2 ini dipandu oleh moderator Hj. Nur Fadilah Mapaselleng, S.H., M.H., Ph.D., dengan mengusung tema “Pembangunan Berkeadilan.”

Pada kesempatan ini, KPU Kabupaten Pangkep sebagai penyelenggara mencoba untuk menghemat waktu dengan menampilkan visi misi paslon secara virtual di layar dan langsung masuk ke segmen tanya jawab dari panelis ke paslon dengan waktu 2 menit. Adapun pertanyaan yang diajukan semuanya sama untuk semua paslon, yaitu bagaimana membangun pemerataan pembangunan di kabupaten pangkep yang dikenal dengan tipe 3 dimensi: daratan, pegunungan, dan kepulauan.

SEGMEN 1: Pemerataan Pembangunan

Saat pasangan RAMAH mendapat bagian menjawab, Rahman Assagaf langsung memaparkan secara yakin yaitu akan me-review ulang potensi yg ada di daerah pesisir, daratan, dan pegunungan sehingga bisa disamakan tingkat keberdayaan masyatakat di masing-masing wilayah tersebut.

“Potensi-potensi yang ada yang berkembang dan sangat potensial di wilayah daratan tinggi, pesisir, dan pegungungan, itulah yang akan direview untuk dijadikan support pembangunan untuk menyamakan tingkat keberdayaan masyarakat yang berada pada masing-masing wilayah. Oleh katena itu, insya Allah, pendekatan kesetaraan ini akan menjadi tanggungjawab utama dari pemerintahan saya.” Jawab Rahman Assagaf secara lantang.

Tak tinggal diam, Muammar Muhayang juga mengambil bagiannya dengan memaparkan tantangan wilayah 3 dimensi ini akan dihadapi dengan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi yang adil dan merata berdasarkan kondisi wilayah.

“Dengan tantangan kita laut, gunung, daratan, tentunya kita harus membangun infrastruktur yang tepat. Artinya, (jika) ada ketimpangan yang terjadi di suatu kawasan, (maka) sesuai dengan visi kami yang adil dan merata, sehingga kami (akan) membangun berdasarkan kondisi-kondisi yang ada, di mana infrastruktur teknologi harus kita masukkan untuk mengejar ketertinggalan di sebuah daerah. Jangan sampai ada daerah yang merasa bukan merupakan bagian dari pembangunan yang adil dan merata.” Tambah Muammar Muhayang.

SEGMEN 2: pendalaman dan penajaman visi misi

Lanjut ke segmen 2, moderator kali ini bertanya mengenai pendalaman dan penajaman visi misi paslon.

“Pada misi Anda yang ke 4, menyebutkan (bahwa) mewujudkan pembangunan adil dan merata yang berbasis kawasan dengan mengoptimalkan sumber daya alam, didukung oleh teknologi serta infrastruktur yang berkualitas. Pertanyaannya, bagaimana strategi serta kebijakan yang Anda akan lakukan untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata tersebut?” Nurfadillah bertanya dengan jelas.

Kembali, Rahman Assagaf menjawab dengan pembawaan yang santai namun tegas.

“Kata kuncinya adalah, ada dua hal yang harus kita lakukan dalam strategi mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. Pertama, menempatkan akselerasi terhadap seluruh potensi masyarakat yang ada. Seluruh golongan, tingkat pendapatan, perbedaan gender, dan sebagainya itu ditempatkan dengan peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan di kawasan-kawasan yang sudah ditetapkan yang didukung oleh potensi masing-masing kawasan,” Buka Rahman Assagaf.

Kekompakan pasangan nomor urut 2 ini pun semakin terlihat dengan Muammar Muhayang yang melanjutkan poin kedua mengenai pembangunan yang adil dan merata tersebut.

“Kemudian kami akan mewujudkan visi kami, dalam bentuk RATU, RAMAH infrastruktur, sarana publik, dan sarana pariwisata. Kami membangun berdasarkan basis kawasan dengan postur anggaran yang disesuaikan kebutuhan infrastruktur yang diputuskan di setiap kawasan. Contohnya, kami akan membangun kelurahan terang untuk menerangi pulau-pulau yang masih kekurangan listrik,” Tutup pria kelahiran 45 tahun ini.

segmen 3: pendalaman dan penajaman visi misi

Sementara pada segmen 3, disediakan 4 amplop berisi pertanyaan yang akan diambil secara acak oleh setiap paslon. Pertanyaan ini sendiri dibuat oleh panelis. Dikarenakan kali ini pasangan RAMAH mendapat urutan akhir dalam pengambilan amplop, maka mereka pun hanya bisa menerima pertanyaan dari 1 amplop tersisa.

Adapun pertanyaan di dalam amplop terakhir tersebut menyoal situasi Kabupaten Pangkep yang berada di urutan ke 2 kategori termiskin di Sulawesi Selatan dengan angka 14,06 %.

Menurut Rahman Assagaf, ini adalah pertanda ada masalah yang serius dalam hal pembangunan yang berkeadilan. Maka dari itu, pria yang menjabat sebagai ketua PMI Pangkep ini menawarkan solusi dengan membuka ruang akses dan pemberdayaan masyarakat dalam segala tingkatan.

“Pertama, program dipastikan bersenyawa dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat, utamanya dalam melihat potensi wilayah dan infrastruktur yang tersedia. Kedua, Pada level grass root, ada potensi lembaga swadaya masyarakat yang bisa terus melakukan edukasi sesuai program dari kami,” Jawab Rahman Assagaf penuh optimis.

SEGMEN 4: pertanyaan kepada Wakil BUpati

Pada segmen 4, moderator mengajukan pertanyaan khusus kepada calon wakil bupati. Peraturannya, calon wakil bupati mengambil amplop yang berisi pertanyaan secara acak dan diberi waktu 2 menit untuk menjawab.

Kali ini, moderator bertanya kepada Muammar Muhayang mengenai bonus demografi di Kabupaten Pangkep yang bisa saja menjadi bencana jika tidak disertai dengan peningkatan SDM yang berkualitas dan tidak terdistribusi dengan baik. Lalu, pengembangan dan distribusi SDM seperti apa yang akan dilakukan oleh Muammar Muhayang jika kelak ia terpilih memimpin Kabupaten Pangkep bersama Rahman Assagaf?

Dan seperti segmen sebelumnya, Muammar Muhayang terlihat begitu matang dengan program-programnya. Ia pun kembali memperkenalkan salah satu program unggulannya, yaitu RACITA, RAMAH cipta kerja dan usaha.

“Ini merupakan sebuah solusi multi talent, memanfaatkan talenta anak-anak muda Pangkep untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya untuk bisa menghasilkan produk, jasa, dan mengangkat produk-produk lokal dengan menjadi seorang entrepenuer.

Tak sampai di situ, Ketua BMI Pangkep ini juga mengutarakan strategi lainnya.

“Kami akan mengaktifkan 2 BLK di Pangkep dengan dengan 13 program vokasi yang tepat. Kita akan meniru sistem vokasi yang ada di Jerman, di mana mengarahkan pendidikan vokasi yang menentukan bagaimana skill, knowledge, dan kompetensi anak-anak muda bisa dikembangkan sesuai dengan lapangan kerja yang ada.” Tutup Muammar Muhayang dengan penuh semangat.

SEGMEN 5: tanya jawab antar calon bupati

Memasuki segmen 5, terjadi tanya jawab antar calon bupati. Peraturannya, paslon mengambil bola di dalam guci yang berisi angka, lalu angka yang didapat tersebut akan merujuk pada paslon nomor berapa ia akan mengajukan pertanyaan selama 1 menit. Adapun waktu yang diberikan kepada paslon lain untuk menjawab selama 2 menit, lalu untuk menanggapinya kembali selama 1 menit.

Pada bagian ini, pasangan RAMAH mendapatkan kesempatan untuk bertanya ke paslon MYL, yang mana pertanyaannya yaitu seputar pembangunan inklusif.

Usai dijawab oleh pasangan MYL, Rahman Asaagaf mencoba untuk mengoreksi dengan menekankan program kunci yaitu adanya keterbukaan ruang untuk memastikan semua elemen masyarakat Kabupaten Pangkep ikut terlibat.

SEGMEN 6: TANYA JAWAB ANTAR Calon wakil BUPATI

Segmen 6 memiliki konsep yang sama dengan segmen sebelumnya, namun kali ini kesempatan diberikan kepada calon wakil Bupati. Pada bagian ini, Muammar Muhayang mengambil kesempatan untuk bertanya pada Ibu Risma mengenai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang belakangan ini diisukan telah disalahgunakan demi kepentingan politik.

Ibu Risma pun mengklaim tidak pernah menyalahgunakan posisinya sebagai istri Bupati yang masih menjabat saat ini untuk menjadikan PKH sebagai alat politisasi.

Segmen 7: closing statement

Pada sesi penutup ini, pasangan RAMAH kembali mempromosikan program SIPAKATAU (Sistem Informasi Pelayanan Masyarakat Terpadu) yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik. Salah satunya dengan menciptakan layanan berbasis android yang dilengkapi dengan QR code sehingga segala urusan administrasi masyarakat Pangkep bisa dilakukan hanya lewat ponsel saja.

Dan mengulang sensai di debat pertama ketika menutup lewat pantun, kali ini Muammar Muhayang kembali melakukannya, namun lebih kompak karena berbagi baris bersama Rahman Assagaf.

“Melihat itik di tengah balang,

Ramai berbaris antri berenang.

RAMAH datang bawa perubahan,

Demi Pangkep yang berkeadilan.

RAMAH, Magello Mentong!

DUUAAA…!!!

***

Dengan berakhirnya debat kedua ini, semakin menegaskan bagaimana pasangan nomor urut 2 ini bukan hanya mendominasi jalannya debat, namun mampu menampilkan hiburan berkelas bagi masyarakat Pangkep. (*idu)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *