1. Infrastruktur

Hal ini menjadi tantangan untuk terus menjadi prioritas, sebagai penggerak perekonomian daerah. Koneksifitas antara wilayah daratan dan kepulauan perlu di tingkatkan begitu juga dengan jalan dan jembatan yang telah dirintis untuk dibangun, juga harus dilanjutkan.

lnfrastruktur lain yang belum selesai untuk dituntaskan antara lain sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, drainase, ruang publik, gedung kantor, sarana perekonomian masyarakat, dan sarana penunjang penataan kota Pangkep.

2. Kondisi Ekonomi Makro

Kondisi ekonomi makro yang direpresentasikan oleh pertumbahan ekonomi, inflasi, pengangguran terbuka, dan angka kemiskinan, masih perlu mendapat perhatian seruis.

Perkembangan yang selama ini sudah dilaksanakan, harus dilanjutkan supaya bisa sejajar dengan kabupaten lain di wilayah Sulawesi Selatan.

Kondisi masyarakat Pangkep yang kreatif untuk menggerakkan sektor perekonomian, harus tetap dijaga supaya sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

3. Indikator Kesejahteraan Masyarakat

Perkembangan lndeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pangkep, selama lima tahun terakhir belum menunjukan perkembangan yang menggembirakan, bahkan posisinya masih berada di bawah Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional.

Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih keras lagi untuk mewujudkan IPM Kabupaten Pangkep menjadi lebih berkualitas.

4. Perlindungan Sosial

Perlindungan sosial yang telah menjadi hak warga masyarakat, masih perlu untuk diperluas. Baik yang menyangkut perlindungan kesehatan, pendidikan, kecukupan pangan, maupun perlindungan dari ancaman bencana dan tindak kriminalitas.

Kebijakan perlindungan sosial mencakup penjaminan keamanan pendapatan pokok, yang dapat berbentuk bantuan dan jaminan sosial, penyediaan akses univsrsal akan pelayanan sosial yang terjangkau dalam bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan dasar seperti akses terhadap air dan sanitasi, ketahanan pangan, perumahan, dan layanan lainnya.

Hal itu semuanya harus terintegrasi dalam sistem sehingga menjadi tantangan yang perlu untuk segera diwujudkan.

5. Ketahanan Pangan

Masalah ketahanan pangan tidak hanya menyangkut kecukupan ketersediaan bahan pokok, melainkan juga menyangut petani yang menghasilkan bahan pokok itu sendiri. Untuk itu maka tingkat kesejahteraan para petani harus mendapat perhatian serius.

Konsep membangun desa dan menata kota, harus bersinergi sehingga kedua-duanya dapat berjalan beriringan menuju kesejahteraan.

6. Toleransi dan Karakter Daerah

Toleransi antar umat beragama, suku dan ras yang selama ini berjalan harmonis di Pangkep, harus tetap dipelihara. Begitu juga dengan karakter masyarakat Pangkep yang giat bekerja, sederhana dan punya motivasi yang tinggi untuk maju, juga menjadi modal pembangunan.

Antara sikap toleransi dan karakter daerah tersebut, menjadi modal utama sepanjang dibingkai dalam kehidupan yang nyaman, tenteram dan harmonis.

7. Keterbatasan Anggaran

Keberadaan anggaran merupakan salah satu faktor kunci untuk menggerakan pembangunan. Selama ini antara belanja pegawai dengan belanja pembangunan masih belum seimbang, sehingga pembangunan yang dilaksanakan belum mampu untuk memenuhi harapan masyarkat.

Adanya keterbatasan anggaran tersebut harus disikapi dengan menggali sumber-sumber pendapatan lainnya, baik yang berasal dari pemerintah yang lebih tinggi maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dimasa mendatang, potensi PAD yang belum terkelola dengan baik, perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius.

8. Keberlanjutan Pembangungan

Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya sistimatis dan terencana untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Sementara itu disisi lain, untuk mewujudkan pembangunan tertentu, diperlukan langkah-langkah yang saling berkesinambungan, dimana masing-masing langkah telah memakan biaya, tenaga, pikiran dan kebijakan.

Oleh karena itu, supaya langkah-langkah yang telah dipersiapkan di Kabupaten Pangkep tetap berjalan diatas relnya, maka diperlukan keberlanjutan, pengawalan, dan konsistensi.

9. Profesionalitas Aparatur

Aparatur negara sebagai pelaksana pemerintahan dan pembangunan menjadi faktor kunci untuk memajukan Kabupaten Pangkep. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memupuk mental, sikap berinovasi, komitmen, dan kreatiftas di jajaran aparatur negara, yang bermuara pada penyelenggaraan sistem pemerintahan secara bersih dan profesional.